Kamis, 16 Agustus 2012

Kurma


Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan tanaman jenis palma (Arecaceae) yang menghasilkan buah konsumsi. Tanaman ini telah dibudidayakan sejak zaman Mesopotamia dan diambil buahnya untuk dibuat anggur. Ada bukti arkeologi budidaya kurma di Timur Tengah telah dimulai 6000 tahun sebelum Masehi.
Kandungan yang ada dalam kurma sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit, terutama kanke r dan penyakit jantung.
Selain itu, sarat pula dengan kandungan yang bermanfaat untuk metabolisme tubuh, menjaga stamina dan menguatkan organ tubuh.
Kandungan serat dalam kurma mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus. Juga membantu melindungi selaput lendir usus agar tidak terkena kanker usus besar.
Kurma bermanfaat melancarkan buang air besar dan mencegah konstipasi.
Kurma mengandung antioksidan yang dikenal sebagai tanin. Tanin diketahui bersifat anti-infeksi, anti-inflmasi dan anti-hemoragik.
Kurma sumber vitamin A sebagai antioksidan dan sangat penting untuk kesehatan mata, mencegah kanker paru-paru dan kenker rongga mulut.
Zata besi dalam kurma merupakan komponen dari hemoglobin di dalam sel darah merah yang menentukan daya dukung oksigen darah.
Kalium dalam kurma merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga pencegah penyakit jantung koroner dan stroke.
Kalsium merupakan mineral penting dalam pembentukan tulang dan gigi, dan dibutuhkan oleh tubuh untuk kontraksi otot, penggumpalan darah dan konduksi impuls saraf.
Mangan digunakan oleh tubuh sebagai unsur pendukung untuk enzim antioksidan superoksida dismutase.
Tembaga diperlukan dalam produksi sel darah merah
Magnesium sangat penting bagi pertumbuhan tulang.
Kurma kaya vitamin K dan B kompleks, yaitu piridoksin (vitamin B-6), niacin, asam pantotenat dan riboflavin, untuk membantu metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.(berbagai sumber)

Tidak ada komentar: