Senin, 05 November 2012

ENAM PRINSIP DASAR EKOLOGI



1. Networks
Segala sesuatu dalam ekosistem ini saling terhubung dalam suatu jaring-jaring kehidupan. contohnya dalam suatu taman, penyerbukan mendukung keragaman diversitas tanaman, dan pada gilirannya tanaman memberikan nektar dan serbuk sari pada penyerbuk.

2. Nested Systems
Alam terdiri dari sistem yang bersarang didalam sistem. Setiap sistem individu adalah suatu keseluruhan yang terintegrasi dan pada saat yang sama juga merupakan bagian dari sistem yang lebih besar. Perubahan dalam sistem dapat mempengaruhi keberlanjutan sistem yang bersarang di dalamnya serta sistem yang lebih besar di mana ia ada. Misalnya: Sel bersarang didalam organ yang bersarang didalam organisme yang bersarang didalam ekosistem.

3. Ciycles
Anggota pada suatu komunitas ekologi bergantung pada siklus pertukaran sumber daya yang berlangsung secara terus menerus. Siklus dalam suatu ekosistem juga bersinggungan dengan siklus regional mapun siklus global yang lebih besar. Misalnya siklus air pada suatu taman juga merupakan bagian dari siklus air secara global.

4. Flows
Setiap organisme membutuhkan aliran energi terus-menerus untuk tetap hidup. Aliran konstan energi dari matahari ke bumi menopang kehidupan dan mendorong siklus yang paling ekologis. Sebagai contoh: Energi mengalir melalui jaringan makanan saat tanaman mengubah energi matahari melalui fotosintesis, tikus makan tanaman, ular makan tikus, dan elang makan ular. Dalam setiap transfer, beberapa energi hilang menjadi panas, yang membutuhkan keberlangsungan aliran energi ke dalam sistem.

5. Development
Seluruh kehidupan, mulai dari organisme individu, spesies hingga ekosistem berubah setiap saat. individu berkembang dan belajar, spesies beradaptasi dan berkembang, sedangkan organisme dalam suatu ekosistem saling mengembangkan diri.

6. Dynamic Balance
Komunitas ekologi bertindak sebagai umpan balik, sehingga masyarakat mempertahankan keadaan yang relatif stabil yang juga memiliki fluktuasi yang terus-menerus. Keseimbangan dinamis memberikan ketahanan dalam menghadapi perubahan ekosistem. Misalnya: kepik di taman makan kutu daun. Ketika populasi kutu daun jatuh, beberapa kepik mati, ketika populasi kutu daun kembali bangkit, maka populasi kepik pun kembali bertambah. Populasi spesies individu bisa saja mengalami naik turun, tapi keseimbangan didalamnya memungkinkan mereka untuk berkembang bersama-sama.
Selesai (facebook Whali)
(Referensi by: Fritjof Capra)

Tidak ada komentar: